Jakarta, CNN Indonesia

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan pihaknya telah mendigitalisasi 27 kios demi mempermudah petani menebus pupuk subsidi.

Ia mengatakan hal ini dilakukan seiring dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) pengambilan pupuk subsidi dipermudah. Ia menambahkan dengan digitalsiasi ini, petani yang ingin dapat pupuk subsidi cukup dengan membawa KTP.

“Maka Pupuk Indonesia selama satu bulan (Januari-Februari) berhasil mendigitalisasi 27 ribu lebih kios di seluruh Indonesia. Setiap bulan ini transsaksinya 3 juta transaksi,” ucap Rahmad dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (3/4).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan dengan digitalisasi tersebut, semua aktivitas di kios pupuk dapat dipantau dari command center yang terletak di Jakarta.

Rahmad menyebut petani cukup membawa KTP. Setelah itu, KTP akan dipindai dan petani langsung terdata.

Menurutnya, dengan sistem digital itu, semua proses penebusan bisa tercatat.

“Difota KTP nya, NIK ter-capture dan akan langsung tahu alokasinya berapa, dia (petani) bisa tebus di toko mana,” kata Rahmad.

“Dan dia kalau tebus buktinya ada di situ. Itu real time bisa dilihat di command center,” tambahnya.

Jokowi ingin petani petani dipermudah dalam mendapat pupuk. Kemudahan ia minta diberikan dengan memberlakukan syarat KTP saja dalam mendapatkan pupuk subsidi. 

Ia mengatakan pemerintah sudah menyiapkan 1,7 juta ton pupuk subsidi untuk membantu petani.

“Saya juga memastikan bahwa saat ini pembelian pupuk untuk petani telah dipermudah dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Untuk menghadapi masa panen, pemerintah telah mempersiapkan 1,7 juta ton pupuk,” katanya Rabu (3/1) seperti dikutip dari akun Instagramnya.

Jokowi mengatakan gelontoran pupuk itu dilakukan demi mendukung kegiatan tanam para petani. Jokowi mengatakan pada Desember kemarin, 1,4 juta hektare lahan sudah ditanami padi.

Januari ini ada 1,7 juta hektare dan Februari 1,4 juta hektare.

“Diharapkan ada peningkatan produksi beras kita di masa panen di bulan Maret-April yang akan datang,”katanya.

Pupuk di sejumlah daerah mengalami kelangkaan belakangan ini. Jokowi menjelaskan akar masalah pupuk langka itu.

Menurutnya, kelangkaan itu merupakan imbas perang Rusia-Ukraina.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/agt)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *