Jakarta, CNN Indonesia

Menteri ESDMĀ Arifin Tasrif menetapkan 22 komoditas sebagai mineral strategis, beberapa di antaranya nikel dan timah.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 69.K/MB.01/MEM.B/2024 tentang Penetapan Jenis Komoditas yang Tergolong Strategis. Beleid itu diteken Arifin pada Senin (1/4).

“Dalam rangka optimalisasi hilirisasi mineral di dalam negeri untuk pengembangan industri strategis dan mendukung pemanfaatan mineral guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat nasional maupun internasional, perlu menetapkan kriteria dan klasifikasi mineral yang tergolong mineral strategis,” ujar Arifin dalam Kepmen ESDM 69/2024, dikutip Kamis (4/4).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai Kepmen ESDM 69/2024, mineral strategis adalah mineral yang memiliki nilai strategis sebagai bahan baku dalam optimalisasi hilirisasi mineral di dalam negeri untuk pengembangan industri strategis yang mendukung peningkatan daya saing perdagangan global, pendapatan negara, dan perekonomian nasional.

Mineral strategis harus memenuhi sejumlah kriteria.

Pertama, mineral tersebut menjadi bahan baku industri strategis antara lain industri farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan (industri kesehatan), industri alat transportasi (industri kendaraan listrik), industri pembangkit energi (industri sel surya), dan industri barang modal, komponen, bahan penolong dan jasa industri, industri elektronika dan telematika/ICT, industri logam dasar dan bahan galian bukan logam (industri pertahanan).

Kedua, mineral yang memiliki potensi mengendalikan pasar global melalui dominasi sumber daya dan/atau cadangan.

Ketiga, mineral yang memiliki memiliki kontribusi penerimaan negara yang besar dalam sektor pertambangan mineral. Keempat, mineral yang memiliki kontribusi dominan terhadap cadangan devisa negara; dan/atau kelima, mineral yang dipergunakan secara masif untuk industri strategis.

Penetapan komoditas sebagai mineral strategis dapat digunakan kementerian/lembaga dan/atau pemerintah daerah provinsi (pemprov) untuk melakukan sejumlah hal antara lain

1. memberikan pengaturan dan kebijakan terkait tata kelola dan tata niaga pertambangan mineral serta industri berbasis mineral dan mineral ikutannya termasuk sisa hasil pengolahan dan/atau pemurnian
2. menjadi pertimbangan dalam penerbitan perizinan berusaha dalam pengusahaan mineral
3. menjadi pertimbangan dalam kebijakan eksplorasi untuk meningkatkan sumber daya dan/atau cadangan
4. menjadi pertimbangan dalam kebijakan penetapan formula harga mineral acuan
5. menjadi pertimbangan dalam kebijakan pengutamaan mineral untuk kebutuhan dalam negeri
6. menjadi pertimbangan dalam upaya riset dan inovasi
7. menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan fiskal di bidang pertambangan mineral
8. menjadi pertimbangan dalam kebijakan kerja sama internasional

Lebih lanjut, penetapan jenis komoditas yang tergolong dalam Klasifikasi Mineral Strategis dapat dilakukan reviu setiap tahun atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Berikut jenis komoditas yang tergolong dalam klasifikasi mineral strategis sesuai Kepmen ESDM 69/2024:

Mineral strategis (jenis komoditas tambang)

1. Aluminium (bauksit)
2. Antimoni (antimoni)
3. Besi (bijih besi, pasir besi)
4. Emas (emas)
5. Fosfor (fosfat)
6. Galena (galena)
7. Kobal (kobal)
8. Kromium (kromit)
9. Logam tanah jarang (logam tanah jarang)
10. Magnesium (magnesium)
11. Mangan (mangan)
12. Molibdenum (molibdenum)
13. Nikel (nikel)
14. Perak (perak)
15. Platinum (platina)
16. Seng (seng)
17. Silika (pasir kuarsa, kuarsit, kristal kuarsa)
18. Tembaga (tembaga)
19. Timah (timah)
20. Titanium (titanium)
21. Vanadium (vanadium)
22. Zirkonium (zirkon)

[Gambas:Video CNN]

(sfr/agt)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *