Jakarta, CNN Indonesia

Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ratusan stafnya, Rabu (3/4).

Melansir Reuters, PHK itu berdampak pada pekerja di beberapa divisi mulai dari penjualan, pemasaran, dan teknologi.

Pemutusan sepihak ini tepatnya terjadi di salah satu anak perusahaan Amazon.com, yakni Amazon Web Services (AWS). Perusahaan ini menyediakan layanan-layanan berbasis komputasi awan sejak tahun 2002.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AWS juga telah merilis pernyataan terkait kasus ini. Namun, mereka tidak merinci jumlah pemecatannya.

“Kami telah mengidentifikasi beberapa area sasaran organisasi yang perlu kami sederhanakan,” sebut AWS melalui surat tertulis.

The Information, media yang pertama kali melaporkan soal PHK itu, menilai pemecatan ratusan karyawan merupakan bagian dari upaya reorganisasi di bawah kepemimpinan Kepala Penjualan dan Pemasaran AWS Matt Garman.

Beberapa bulan terakhir, Amazon sudah memutus kerjakan pekerja dari sejumlah anak perusahaan Amazon, termasuk yang ada di Prime Video, Alexa, unit kesehatan Amazon, hingga yang terakhir dari Buy with Prime.

Amazon sendiri telah memecat lebih dari 27 ribu stafnya semenjak dua tahun lalu.

Angka masif itu dipicu oleh pandemi covid-19 setelah dianggap terlalu banyak mempekerjakan orang.

Meski begitu, AWS diam-diam mulai surplus. Semenjak diterpa ketidakpastian ekonomi di tahun lalu, kini mereka berhasil melebihi pendapatan kuartalnya pada Februari lalu.

Kebangkitan ini kembali melahirkan perang bisnis Amazon dengan pesaing kuatnya, Microsoft. Saat ini, mereka bersaing dalam perlombaan untuk menghasilkan uang dari kecerdasan buatan.

[Gambas:Video CNN]

(wlm/sfr)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *